Tuntunan Rasulullah dalam Fitrah dan Segala Keragamannya

Ada perbedaan pendapat, apakah Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam sudah dalam keadaan dikhitan semenjak lahir, ataukah dikhitan malaikat pada saat dada beliau dibelah, ataukah kakeknya, Abdul-Muththalib yang mengkhitan.

Beliau suka mendahulukan yang kanan ketika mengenakan sandal, ketika memulai jalan, bersuci, mengambil dan memberi. Tangan kanan beliau digunakan untuk makan, minum dan bersuci, sedangkan tangan kiri digunakan untuk membersihkan kotoran ketika di kamar kecil umpamanya.

Tuntunan beliau dalam bercukur, maka semua bagian rambut dicukur secara merata atau semua tidak dicukur sama sekali. Beliau tidak pernah mencukur sebagian tanpa sebagian yang lain. Tidak pernah diriwayatkan tentang bercukur ini kecuali saat menunaikan haji.

Beliau suka bersiwak dan melakukannya, baik ketika berpuasa maupun tidak berpuasa. Beliau bersiwak setiap kali bangun dari tidur, ketika hendak wudhu’, ketika hendak shalat, ketika hendak masuk rumah, dengan dahan dari pohon arak. Beliau sering memakai minyak wangi dan menyukainya.

Beliau mempunyai alat celak yang beliau gunakan ketika hendak tidur, dan kedua mata dicelaki. Para shahabat berbeda pendapat, apakah beliau pernah mengecat rambut ataukah tidak? Menurut Anas, beliau tidak pernah mengecat rambut. Menurut Abu Hurairah, beliau pernah mengecat rambut. Ada segolongan orang berpendapat, beliau sering memakai minyak wangi, sehingga membuat rambut beliau kemerah-merahan, hingga menimbulkan anggapan bahwa beliau mengecat rambutnya, padahal beliau tidak mengecatnya. Abu Rimtsah berkata, ”Aku pernah melihat uban beliau kemerah-merahan. Menurut At-Tirmidzy, apa yang dikatakan Abu Rimtsah ini merupakan penafsiran yang paling baik. Sebab beberapa riwayat yang shahih menyebutkan bahwa beliau tidak memiliki uban kecuali beberapa lembar rambut di tempat belahan rambut. Yang pasti, beliau banyak meminyaki rambutnya.

Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, bahwa beliau biasa memangkas kumis. Diriwayatkan pula bahwa Ibrahim Alaihis-Salam juga biasa memangkas kumis. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,

jenggot

Pungkaslah kumis dan peliharalah jenggot. Berbedalah kalian dengan orang-orang Majusi.”  (Diriwayatkan Muslim).

Dari Anas, dia berkata, Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam membatasi waktu memangkas kumis dan memotong kuku, agar kami tidak memeliharanya lebih dari empat puluh hari.” (Diriwayatkan Muslim)

Sumber: Ibnu Qayyim Al-Jauziyah, Penerjemah: Kathur Suhardi. 2000. Mukhtashar Zadul-Ma’ad (Edisi Indonesia: Zaadul-Ma’ad Bekal Perjalanan Ke Akhirat). Jakarta: Pustaka Azzam. Halaman 13-14.

Advertisements